Kamis, 30 April 2009

Robot Anjing Calon Prajurit Perang AS

Robot perang buatan militer AS yang diberi nama Big Dog ini sangguop berjalan di medan yang berat seperti salju.
Kamis, 30 April 2009 | 17:36 WIB

KOMPAS.com — Untuk menghindari risiko jatuhnya korban jiwa dalam operasi perang, militer AS mengembangkan robot prajurit. Robot berkaki empat, sebesar anjing, dan panjang sekitar satu meter tersebut diberi nama Big Dog.

Bentuknya memang dibuat ramping dengan berat hanya sekitar 80 kilogram agar leluasa bergerak. Pergerakannya dikendalikan dengan motor hidraulik yang didesain untuk memanfaatkan setiap pijakan kaki untuk mendorong langkah berikutnya. Robot tersebut sanggup berjalan minimal dengan kecepatan 6,4 kilometer per jam dengan beban tambahan 170 kilogram.

Fungsinya memang didesain untuk membantu pasukan darat, seperti mengangkut logistik atau pasukan yang terkena tembakan lawan. Kamera dan sistem komputer yang dibawanya diprogram untuk mengantarkan pesanan ke lokasi yang telah ditetapkan dengan panduan satelit.

Departemen Pertahanan AS di Pentagon telah menghabiskan dana 20 juta dollar AS untuk mengembangkannya bekerja sama dengan Boston Dynamics. Jika riset berjalan lancar, robot tersebut diharapkan dapat diuji coba pertama kali di medan perang Afganistan dalam beberapa bulan ke depan.

Perampok Bermasker Manfaatkan Flu Babi

Perampok Bermasker Manfaatkan Flu Babi
Selasa, 28 April 2009 | 11:17 WIB
KOTA MEKSIKO, KOMPAS.com — Tiga perampok bersenjata ini memanfaatkan situasi di mana banyak warga Meksiko memakai masker berwarna biru menyusul merebaknya virus flu babi di negara tersebut.

Ketiga perampok itu pun beraksi dengan masker antiflu babi tersebut saat menjarah puluhan jam tangan mahal di sebuah toko swalayan.

Seperti dilaporkan harian Excelsior, Senin (27/4), dan dilansir Reuters, pelaku menyelinap masuk toko tanpa menaruh kecurigaan penjaga toko yang juga memakai masker. Seorang perampok kemudian menodongkan pistol kepada penjaga toko, sementara pelaku lainnya menjaga pintu dan menguras jam tangan.

Meksiko kini dilanda flu babi dan sejauh ini telah menewaskan 149 orang. Virus ganas itu mulai menyebar ke AS, Kanada, dan Eropa, memicu kepanikan bahwa virus ini akan menjadi pandemik. Sejumlah bank di Meksiko didesak mencabut larangan nasabah memakai penutup wajah. Pemerintah Meksiko menyatakan dalam kondisi darurat dan menyarankan semua warga memakai masker antiflu babi saat keluar rumah

Flu Babi Berpotensi Berkembang di Indonesia

Flu Babi Berpotensi Berkembang di Indonesia
Pedagang di kawasan Kertajaya, Surabaya merapikan daging babi yang dijualnya, Senin (27/4). Kemungkinan masuknya virus flu babi (swine influenza) ke Indonesia membuat Departemen Kesehatan berkoordinasi dengan WHO serta Departemen Peternakan dan Departemen Pertanian mengambil berbagai langkah antisipatif.
Selasa, 28 April 2009 | 17:33 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Flu babi yang menular ke manusia berpotensi berkembang di Indonesia. Namun, hampir dapat dipastikan keganasan flu babi Meksiko di bawah flu unggas yang telah mewabah di Indonesia.

Kepala Laboratorium Flu Unggas Universitas Airlangga CA Nidom mengatakan, flu babi sebenarnya sudah lazim. Penyakit dengan virus H1N1 di Indonesia sudah ada sejak dulu. Subtipe di Indonesia atau H1N1 klasik tidak berbahaya. "H1N1 tipe Meksiko yang dikenal sebagai flu babi sekarang inilah yang berbahaya," katanya di Surabaya, Selasa (28/4).

Berdasarkan riset Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, H1N1 tipe Meksiko diduga kuat gabungan flu unggas, flu babi, dan flu manusia. Virus kemungkinan berubah di tubuh babi.

"Sejak 2005, saya sudah melontarkan hipotesis ini. Saya sudah khawatir ini bakal terjadi. Akhir tahun lalu saya kembali mengingatkan potensi bahaya ini. Namun, sebagian kalangan masih menentang," ujarnya.

Virus yang berubah di tubuh babi lebih mungkin menular ke manusia. Pasalnya, manusia dan babi sama-sama mamalia yang cenderung memiliki kesamaan. Sebaliknya, flu unggas tidak bisa langsung ke manusia.

"Secara teoretis, virus di unggas tidak bisa langsung ke mamalia seperti manusia. Harus ada perantara mamalia lain dan itu kemungkinan besar babi," katanya.

Di tubuh babi, virus mengalami perubahan dengan dua pola. Pola pertama berupa adaptasi. "Kalau ini terjadi, dampaknya tidak terlalu berbahaya karena tidak ada perubahan struktur virus," ujarnya.

Pola kedua berupa penyusunan ulang virus. Berdasarkan pola ini, virus bisa berkembang menjadi gabungan flu babi, flu unggas, dan flu manusia. "Jika menyimak penjelasan di AS, ada kemungkinan reassortan (penyusunan ulang)," ujarnya.

Jika hal itu terjadi, tidak tertutup kemungkinan flu babi bisa berkembang di Indonesia. Salah satu pendukungnya adalah banyaknya peternakan ayam dan babi yang berdekatan. "Sejak flu unggas merebak, saya sudah mengemukakan pentingnya menata ulang peternakan," tuturnya.

Namun, di sisi lain, keganasan H1N1 tipe Meksiko tidak seperti H5N1. Dari sekitar 1.500 kasus di seluruh dunia, baru 150 berakhir dengan kematian. "Virus ini cepat menyebar, tetapi daya rusaknya rendah. Sebaliknya H5N1 lambat menyebar. Namun, daya rusaknya amat tinggi," ujarnya.

Kurang dari sebulan, H1N1 tipe Meksiko sudah menjangkiti ribuan orang. Sementara dalam tiga tahun, kasus H5N1 hanya tercatat sekitar 300 kasus di seluruh dunia. "Saya khawatir kalau hasil penyusunan ulang menghasilkan virus cepat menular dan daya rusaknya tinggi. Syukur sejauh ini belum menunjukkan tanda ke sana," ujar Nidom.

Minggu, 26 April 2009

Bajaj, Kendaraan Roda Tiga Pengganti Becak

Bajaj, Kendaraan Roda Tiga Pengganti Becak

Awal berkembangnya dunia otomotif, khususnya mobil, dipelopori kendaraan roda tiga yang diciptakan warga Jerman Carl Benz maupun Gotlieb Daimler. Namun, perkembangan teknologi otomotif selanjutnya menggeser roda tiga ke roda empat yang hingga kini masih merajai kendaraan dunia.
TETAPI dalam perkembangan terkini, kendaraan roda tiga kembali dirilis untuk berbagai keperluan yang bersifat minimalis seperti angkutan penumpang, barang, dan lainnya. Boleh dibilang kendaraan roda tiga yang sempat dikenal lewat bajaj atau bemo, dilansir untuk menggantikan becak--kendaraan roda tiga yang dikayuh tenaga manusia.
Konsep kendaraan roda tiga merupakan gabungan antara konsep sepeda motor yang memiliki fleksibilitas tinggi dan konsep mobil yang memiliki kapasitas angkut besar.
Kendaraan bermotor roda tiga yang digunakan angkutan umum sangat mendukung jika digunakan di kota yang memiliki kepadatan lalu lintas tinggi. Sedangkan untuk angkutan umum, mengadopsi konsep tengah antara taksi dan sepeda motor (ojek). Jika dibandingkan daya angkut taksi, kendaraan bermotor roda tiga lebih efisien karena ongkosnya lebih murah. Jika dibandingkan sepeda motor (ojek), kendaraan beroda tiga juga lebih efisien karena memiliki daya angkut lebih besar yang juga akan mengurangi cost per kilometer angkutnya.
Fleksibel karena bisa mengantarkan orang pada tujuan yang berbeda-beda, tapi tidak membuat padat. Kini tinggal bagaimana membudayakan penggunaan kendaraan bermotor beroda tiga itu. Orang biasanya mau menggunakan kendaraan itu kalau sudah terbiasa. Meskipun lalu lintas sudah padat, belum tentu masyarakat mau menggunakan kendaraan roda tiga hanya karena alasan belum biasa.
Penggunaan jenis moda transportasi merupakan bagian kebudayaan dan teknologi. Bukan hanya antarnegara, antardaerah dalam satu negara pun penggunaan moda transportasi bisa berbeda meskipun peraturan lalu lintas sama.
Di Yogyakarta misalnya, pelajar dan mahasiswa banyak yang mengendarai sepeda. Di Bandar Lampung, nanti dulu. Dengan alasan jalannya penuh tanjakan, pelajar dan mahasiswa yang menggunakan sepeda bisa dihitung dengan jari.
Jika demikian, mungkinkah Bandar Lampung memiliki moda transportasi bermotor beroda tiga? Apakah secara budaya bisa menerima? Sampai kini kendaraan beroda tiga yang melayani umum di Bandar Lampung adalah becak. Dengan alasan mekanisasi kendaraan umum dan juga lebih manusiawi, kini kendaraan bermotor roda tiga coba disosialisasikan di Bandar Lampung.
Dari sekian banyak merek kendaraan bermotor yang intens memproduksi kendaraan bermotor roda tiga, salah satunya Bajaj. Ada dua hal yang menjadi image orang Indonesia terhadap Bajaj. Pertama, kendaraan umum beroda tiga, berwarna oranye tua, berkeliaran di ruas-ruas jalan di Jakarta, memiliki daya angkut tiga orang, serta tidak memiliki trayek khusus. Imajinasi yang kedua, Bajaj merupakan merek kendaraan bermotor dari India.
Image itu tidak salah. Meskipun Bajaj masih intens memproduksi kendaraan beroda tiga, merek yang diproduksi di Akurdi, Negara Bagian Pujab (Pune), India itu juga mengembangkan kendaraan bermotor beroda dua (motor bike dan scooter).
Direktur PT Shafa Marwa Motor, dealer resmi merek Bajaj di Lampung, Jamaril Akbar, mengatakan penggunaan kendaraan bermotor roda tiga lebih ekonomis dan menguntungkan. "Kendaraan bermotor roda toga cocok untuk Bandar Lampung," kata dia, Jumat (1-10).
Meskipun demikian sampai kini permintaan kendaraan roda tiga yang khusus untuk angkutan niaga itu di Lampung masih kecil.
Pengoperasian kendaraan bermotor roda tiga tidak memerlukan keahlian khusus. Yang penting pengendara mengerti aturan lalu lintas serta mendapat izin mengemudikan kendaraan. Jenis SIM (surat izin mengemudi) yang mesti dikantongi pengendara kendaraan bermotor roda tiga adalah SIM A umum.
Kendaraan roda tiga ini coba diterapkan untuk kawasan perumahan, menurut dia, telah mengikuti ketentuan perlindungan terhadap lingkungan. Sebab itu, ambang batas emisi gas buang telah memenuhi ketentuan untuk mengurangi polusi udara maupun suara. "Seluruh kendaraan roda tiga menggunakan mesin 4 tak yang ramah lingkungan," ujar dia.
Hitung-hitung secara ekonomi, harga kendaraan yang dibanderol Rp26,8 juta itu bisa menghidupi tukang becak. "Kalau per hari dapat Rp100 ribu, cicilan dan kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi," kata dia.
Sebab itu, Jamaril getol menggarap asosiasi tukang becak untuk mekanisasi becak dengan kendaraan bermotor.
"Kalau memang diperlukan trayek khusus, pemerintah daerah perlu membuat aturan agar kendaraan yang memiliki daya jangkau lebih jauh dibandingkan becak ini lebih tertib," kata Jamaril. n CR-4/E-1

Dr Zavos Mulai Kloning Manusia

Jumat, 24 April 2009 07:41 WIB


LONDON, KOMPAS.com — Diam-diam, seorang ilmuwan asal Amerika Serikat, dr Panayiotis Zavos, mengkloning manusia. Kepada surat kabar Inggris, Independent, Zavos mengaku berhasil mengkloning 14 embrio manusia, 11 di antaranya sudah ditanam di rahim empat orang wanita.Tidak diketahui di mana Zavos mekakukan kloning tersebut karena di Inggris, tempat ia tinggal, dan sejumlah negara, kloning manusia dilarang. Beberapa kemungkinan muncul tempat di mana Zavos melakukan kloning, antara lain di Timur Tengah atau di Amerika Serikat, tepatnya di Kentucky, lokasi kliniknya, atau Siprus tempat ia lahir.Tapi empat pasien yang menjadi tempat penanaman sel hasil kloningnya disebutkan, tiga di antaranya wanita sudah menikah dan satu wanita lajang. Keempat wanita itu masing-masing dari Inggris, Amerika Serikat dan sebuah negara di Timur Tengah yang tidak disebutkan.Namun, sejauh ini hasil kerja Dr Zavos belum membuahkan hasil karena keempat wanita itu belum kunjung hamil meski embrio sudah ditanam di rahim empat wanita tersebut.“Saya memahami kenapa sejauh ini kami belum memperoleh kehamilan dari embrio yang sudah ditanam. Ini karena ada kondisi yang tidak ideal yang membuat itu tidak terjadi,” kata Dr Zavos. Ke depan, Zavos berencana berkolaborasi dengan Karl Illmensee yang sudah punya banyak pengalaman dengan proses kloning sejak 1980-an.Untuk uji coba berikutnya, Zavos merekrut 10 pasangan muda untuk menjadi obyek uji coba berikutnya. “Banyak pasangan yang berminat untuk mencoba proses kloning ini di rahimnya,” ujarnya.Zavos sudah menetapkan biaya untuk setiap orang yang ingin mengkloning. Biaya yang ditetapkan 45.000 dollar AS hingga 75.000 dollar AS atau sekitar Rp 492,3 juta sampai Rp 820,5 juta (kurs Rp 10.940).Harian Independent menerbitkan berita itu setelah mendapatkan rekaman video hasil proses kloning yang dilakukan Zavos. Bayi hasil kerja Zavos diperkirakan akan lahir dalam beberapa waktu ke depan.“Tidak ada keraguan dalam hal ini. Bayi hasil kloning akan muncul. Apabila kami meningkatkan usaha, kami akan mendapatkan bayi kloning dalam satu atau dua tahun. Tetapi kami belum tahu sampai sejauh mana peningkatan usaha yang kami dilakukan,” ujar Zavos seperti dilansir Independent.Tindakan Dr Zavos tentu saja mendapat kecaman dari kalangan ilmuwan dan dianggap melawan etik kedokteran.Manusia meninggalZavos melakukan hal yang berbeda dalam mengkloning manusia. Bila sebelumnya ilmuwan melakukannya dengan meletakkan embrio di tabung percobaan, Zavos langsung manaruhnya di rahim manusia.Manusia yang dikloning Zavos adalah tiga orang yang sudah meninggal. Satu di antaranya adalah embrio seorang anak berusia 10 tahun bernama Cady. Anak tersebut meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil di Amerika Serikat. Sel darah Cady telah dibekukan dan dikirim ke Zavos. Orangtua Cady setuju dengan persyaratan yang ditentukan apabila kloning embrio anaknya bisa dilahirkan dengan selamat
















LONDON, KOMPAS.com — Diam-diam, seorang ilmuwan asal Amerika Serikat, dr Panayiotis Zavos, mengkloning manusia. Kepada surat kabar Inggris, Independent, Zavos mengaku berhasil mengkloning 14 embrio manusia, 11 di antaranya sudah ditanam di rahim empat orang wanita.Tidak diketahui di mana Zavos mekakukan kloning tersebut karena di Inggris, tempat ia tinggal, dan sejumlah negara, kloning manusia dilarang. Beberapa kemungkinan muncul tempat di mana Zavos melakukan kloning, antara lain di Timur Tengah atau di Amerika Serikat, tepatnya di Kentucky, lokasi kliniknya, atau Siprus tempat ia lahir.Tapi empat pasien yang menjadi tempat penanaman sel hasil kloningnya disebutkan, tiga di antaranya wanita sudah menikah dan satu wanita lajang. Keempat wanita itu masing-masing dari Inggris, Amerika Serikat dan sebuah negara di Timur Tengah yang tidak disebutkan.Namun, sejauh ini hasil kerja Dr Zavos belum membuahkan hasil karena keempat wanita itu belum kunjung hamil meski embrio sudah ditanam di rahim empat wanita tersebut.“Saya memahami kenapa sejauh ini kami belum memperoleh kehamilan dari embrio yang sudah ditanam. Ini karena ada kondisi yang tidak ideal yang membuat itu tidak terjadi,” kata Dr Zavos. Ke depan, Zavos berencana berkolaborasi dengan Karl Illmensee yang sudah punya banyak pengalaman dengan proses kloning sejak 1980-an.Untuk uji coba berikutnya, Zavos merekrut 10 pasangan muda untuk menjadi obyek uji coba berikutnya. “Banyak pasangan yang berminat untuk mencoba proses kloning ini di rahimnya,” ujarnya.Zavos sudah menetapkan biaya untuk setiap orang yang ingin mengkloning. Biaya yang ditetapkan 45.000 dollar AS hingga 75.000 dollar AS atau sekitar Rp 492,3 juta sampai Rp 820,5 juta (kurs Rp 10.940).Harian Independent menerbitkan berita itu setelah mendapatkan rekaman video hasil proses kloning yang dilakukan Zavos. Bayi hasil kerja Zavos diperkirakan akan lahir dalam beberapa waktu ke depan.“Tidak ada keraguan dalam hal ini. Bayi hasil kloning akan muncul. Apabila kami meningkatkan usaha, kami akan mendapatkan bayi kloning dalam satu atau dua tahun. Tetapi kami belum tahu sampai sejauh mana peningkatan usaha yang kami dilakukan,” ujar Zavos seperti dilansir Independent.Tindakan Dr Zavos tentu saja mendapat kecaman dari kalangan ilmuwan dan dianggap melawan etik kedokteran.Manusia meninggalZavos melakukan hal yang berbeda dalam mengkloning manusia. Bila sebelumnya ilmuwan melakukannya dengan meletakkan embrio di tabung percobaan, Zavos langsung manaruhnya di rahim manusia.Manusia yang dikloning Zavos adalah tiga orang yang sudah meninggal. Satu di antaranya adalah embrio seorang anak berusia 10 tahun bernama Cady. Anak tersebut meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil di Amerika Serikat. Sel darah Cady telah dibekukan dan dikirim ke Zavos. Orangtua Cady setuju dengan persyaratan yang ditentukan apabila kloning embrio anaknya bisa dilahirkan dengan selamat

Suasana Hati Buruk, Ingatan Justru Lebih Baik

SYDNEY, KOMPAS.com — Orang-orang yang mengeluh karena cuaca dingin justru memiliki ingatan yang lebih baik dibandingkan mereka yang menikmati cuaca cerah. Para peneliti dari Universitas New South Wales di Sydney, Australia, menggunakan Sydney News Agency untuk mengetes apakah suasana hati memiliki pengaruh pada kemampuan mereka untuk mengingat detail atau peristiwa kecil.
Peneliti menempatkan 10 jenis barang berukuran kecil di toko, seperti meriam dan bus mainan, serta beberapa jenis mainan lainnya. Para pengunjung diberi daftar pertanyaan, apa yang mereka ingat ketika mereka keluar dari toko.
Ketua Peneliti Joseph Forgas menyatakan, subyek dapat mengingat hingga tiga kali lebih banyak pada musim dingin dibandingkan pada musim panas. ”Kami memprediksi, cuaca yang menyebabkan mood buruk justru meningkatkan akurasi ingatan,” kata Forgas. Suasana hati yang buruk justru membantu orang-orang fokus pada sekitar mereka, sedangkan suasana hati yang gembira justru mengurangi fokus

Berdandan Untuk Suami

Wanita Muslimah hendaknya senantiasa berdandan dan bersolek dengan berbagai macam
perhiasan untuk suaminya,sehingga ia tampak cantik,menarik,dan sedap dipandang
oleh suami.Mereka selalu memakai pakaina terbaik dan perhiasan untuk suaminya,
baik saat di rumah maupun dalam bepergian bersamanya.Istri yang membiarkan
dirinya kumal,memakai pakaian lusuh dan tidak sedap dipandang oleh suami.
sementara ketika menyambut tamu atau keluar rumah untuk menghadiri
suatu acara atau pertemuan,ia berdandan serapi-rapinya adalah istri yang
pandai dan durhaka kepada suami.


Wanita muslimah yang hatinya disinari hidayah Allah
akan menjauhi perbuatan seperti ini,karena ia merupakan
wanita yang berbakti kepada suami.
Sikap bakti kepada suami dan sikap melalaikan hak-haknya
yang diantaranya enggan berdandan untuknya
tidak akan pernah berkumpul pada hati
wanita muslimah yang bijak lagi lagi penuh cinta